SURABAYA | B-news.id - Meski baru usia 7 tahun, tapi siswa dari Sanggar Daun sudah berani menggelar lukisan di gedung Merah Putih kawasan Balai Pemuda, Surabaya bersama 3 temannya yang juga masih satu sekolah.
Prisha Pamungkas seniman muda berbakat usia 7 tahun dari Sanggar DAUN, dan 3 temannya yang bersekolah di SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya, yakni Andira Neysa Mahaeswari ( 9 tahun), Ali Akhtar Aryasatya (9 tahun) dan Alaric Virendra Setiawan (12 tahun).
Baca juga: Pameran Lukisan Karya Sitir, Eksplor Serigala Jadi Simbol Keluarga
Dikuratori oleh Arik S. Wartono, menampilkan total 25 karya dalam berbagai media dan ukuran. Karya terbesar 2 karya Prisha Pamungkas ( 7 tahun) ukuran 100x150 Cm, yakni karya yang berjudul "And Aliens Welcomed Too" dan "Kisah Pencurian", media cat akrilik di atas kanvas, tahun pembuatan 2024. Sedangkan karya terkecil ukuran 21 x 29,7 Cm media spidol di atas kertas A4, karya Ali Akhtar Aryasatya (usia 9 tahun) berjudul "Mr. Crab Menjadi Besar", tahun pembuatan 2024.
Pameran digelar di Galeri Merah Putih Balai Pemuda , 27 Juli - 1 Agustus 2024. dibuka oleh Kepala SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya (MUDIPAT), bapak Edy Susanto. Sabtu (27/7).
" Kami dari keluarga besar SD Muhammadiyah 4 Pucang, Surabaya, merasa bangga punya pelukis cilik berbakat dan gaya lukisannya jelas berkarakter dan berbeda dengan siswa yang lain, hal ini sangat membanggakan keluarga besar kami, karena hasil karya seni selalu unik dan ada ciri khas masing masing, " terangnya.
Baca juga: Kusuma Husna Siswi Kelas 1 SDN Petrokimia Gresik Pameran Tunggal Lukisan di Gedung Pemuda
Pameran berlangsung setiap hari terbuka untuk umum (Free HTM), Ahad (Minggu) hingga Kamis, mulai jam 9 pagi sampai jam 9 malam.
Pameran ini mengusung gagasan persahabatan, tentang 4 anak berbakat dalam seni rupa khususnya melukis, yang bersekolah di satu sekolah yang sama, berpameran bersama tema bebas sesuai imajinasi masing-masing anak.
Pendiri Sanggar DAUN, Arik Wartono meng apresiasi siswanya yang baru usia 7 tahun, namun sudah menggelar pameran yang ke 2.
" Bagi kami di sanggar DAUN, usia sanggar kami sudah 20 tahun, dengan siswa di berbagai kota, dan hasil karya siswa kami sudah terpampang di galery kota besar pada 5 benua, kami benar benar selektif dalam menerima siswa baru, hanya yang berbakat dan punya kemauan saja yang kita terima jadi siswa, " jelas Arik. (ali)
Editor : Zainul Arifin