MALANG | B-news.id - Tingkatkan pembelajaran tatap mukaterbatas di Kabupaten Malang telah dilaksanakan hampir dua pekan lalu.
Dengan Pelaksanaan PTM kali ini mengharuskan para pendidik mengubah pola terapkan karakter serta pembelajaran yang lebih fleksibel.
Guna penyampaian materi pembelajaran pun mayoritas berbentuk teori, dan menciptakan suasana yang nyamanan untuk anak didik tentunya di SMPN 1 Ngajum.
Kepala Sekolah SMPN 1 Ngajum Drs Koholidur Ahdhar mengatakan, para pendidik berupaya keras menciptakan suasana karakter pembelajaran senyaman mungkin bagi anak didiknya.
“Yang jelas, saya melaksanakan pembelajaran, anak tidak pusing, tidak takut dan terbebani dengan mata pelajaran. Kami juga berupaya mendidik anak semaksimal mungkin,”tuturnya saat dikonfirmasi B-news.id Rabu, (06/08/2023).
Menurutnya, salah satu strategi pembelajaran di masa PPKM, setiap guru mengupayakan anak tidak terbebani dengan adanya tugas-tugas.
“Betul di masa sekarang ini, kalau memberi soal jangan terlalu banyak. Anak diperhatikan terus terkait karakter serta prokesnya, karena demi menjaga kesehatan bersama,” tegasnya.
Ia mengimbau, agar para siswa maupun siswi serta guru membuat suasana anak merasa nyaman saat berada di kelas. Tujuannya agar anak dapat menerima materi pelajaran dengan baik.
Ia berharap para wali murid bersama guru dan komite sekolah ikut membantu dalam mewujudkan pembelajaran yang optimal, namun tetap nyaman bagi anak yang pertama, menjalin kordinasi dengan wali murid dan pengurus komite untuk peningkatan karakter siswa, program unggulan dalam pembentukan karakter adalah, pembiasaan pagi menyambut kehhadiran siswasiswa, menyanyikan lagu Indonesia Raya setiap pagi guna memupuk rasa nasionalisme. Dan membaca Asmaul Husnah sebelum masuk kelas, Program ekstra Dirosah Islamiyah wajib bagi kelas 7 selain Pramuka bekerja sama dengan PonPes Roudhotut Tholabah Talunsono Ngajum.
“Semoga dengan pembelajaran anak didik ini tidak terlalu terbebani. Sebab para guru mulai dengan sekarang harus betul-betul membentuk kembali karakter anak, dengan selalu memberikan materi pembelajaran supaya bisa terkontrol orang tuanya,” harapnya.
Ia menambahkan, setiap hari pembagian waktu pembelajaran dilakukan dengan menerapkan sistem dengan tatap muka.
“Dalam pembelajaran khususnya bagi siswa maupun siswi juga diberikan fasilitas Laptop serta WIFI di Lingkungan Sekolah guna untuk memudahkan Siswa dalam pembelajara terutama pembelajaran Karakter bagi anak didik tersebut,Terangnya.(din)
Editor : Zainul Arifin