SITUBONDO | B-news.id - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Situbondo menggelar rapat dengar pendapat bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk membahas penanganan pasca bencana banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Situbondo.
Rapat yang berlangsung di gedung DPRD Situbondo ini dihadiri oleh anggota DPRD, perwakilan TAPD, serta sejumlah pejabat terkait dari pemerintah daerah. Senin 02 Februari 2026
Rapat yang dipimpin langsung oleh Wakil Ketua I Abdur Rahman, dalam rapat dengar pendapat tersebut menjadi bagian dari upaya DPRD dan pemerintah daerah dalam mengoptimalkan pengelolaan anggaran pasca bencana serta memastikan kesejahteraan masyarakat terdampak tetap menjadi prioritas utama.
Dari hasil penjelasan Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Situbondo belum bisa menyampaikan secara rinci kerugian materiil dampak banjir bandang yang terjadi pada Rabu (21/1).
Kalau dana Belanja Tak Terduga (BTT) Kabupaten tidak cukup, jadi dibantu pemerintah provinsi dan pusat, kalau tidak salah yang tercatat (kebutuhan) sekitar Rp104 miliar," kata Abdur Rahman.
Oleh sebab itu, Abdur Rahman mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Situbondo, belum bisa memaparkan secara rinci jumlah kerugian materiil dampak banjir bandang yang menerjang ribuan rumah warga dan ratusan hektare lahan pertanian serta lembaga pendidikan maupun fasilitas umum lainnya.
"Kami menyatakan belum bisa menerima data dampak maupun kerugian materiil akibat bencana banjir dari pemerintah daerah, karena belum sempurna atau tidak terinci. Data yang disampaikan, kami rasa masih belum cukup untuk kami terima, sehingga kami persilahkan pemda mencukupi (memperbaiki), dan dalam waktu satu minggu ke depan semua data yang kami butuhkan itu sudah tercukupi, sehingga nanti kami mengambil langkah-langkah berikutnya," jelasnya.
Sebelumnya, BPBD Situbondo mencatat kerugian materiil akibat banjir bandang yang terjadi pada Rabu (21/1) mencapai sekitar Rp15 miliar.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Situbondo, Timbul Surjanto mengemukakan banjir bandang mengakibatkan kerusakan yang cukup parah mulai dari infrastruktur jalan dan jembatan penghubung antardesa, fasilitas umum dan lembaga pendidikan hingga kerusakan rumah warga.
"Jadi, kerusakan akibat banjir bandang cukup parah, dan sementara kami perkirakan mencapai Rp15 miliar, ini belum termasuk dampak banjir di sektor pertanian," ungkapnya.(*)
Editor : Redaksi