GRESIK | B-news.id - Kawasan Heritage Bandar Grisse kembali memancarkan pesona sejarahnya melalui kegiatan bertajuk "Tilik Mburi Bandar Grisse". Selain wisatawan lokal, terlihat juga dari manca negara.
Kegiatan ini bukan sekadar jalan-jalan santai, melainkan upaya mendalami kembali narasi sejarah dan keragaman budaya yang menjadi akar dari Kota Gresik.0
Baca juga: Matematika Jadi Pelajaran Menyenangkan, Peningkatan Guru Dalam Penyajian
Kehadiran Tamu Internasional ada yang istimewa dalam pelaksanaan kali ini. Semangat pelestarian budaya lokal ternyata mampu menarik perhatian dunia internasional.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh sejumlah Warga Negara Asing (WNA) asal Mesir dan Honduras.
Kehadiran mereka memberikan warna baru dalam interaksi budaya di sepanjang rute perjalanan. Para peserta mancanegara ini tampak antusias mengeksplorasi sudut-sudut ikonik Bandar Grisse, mulai dari arsitektur kolonial, kampung Arab, hingga kawasan pecinan yang masih terjaga keasliannya.
Highlight Kegiatan
Narrative Walk: Menyusuri gang-gang bersejarah sembari mendengarkan kisah kejayaan pelabuhan Gresik di masa lampau.
Baca juga: Sekda Gresik Dorong Industrialisasi Pertanian Berbasis Teknologi
Cultural Exchange: Dialog interaktif antara masyarakat lokal dengan tamu dari Mesir dan Honduras mengenai perbandingan pelestarian kawasan bersejarah di negara masing-masing.
Local Experience: Mencicipi kuliner khas dan menyaksikan langsung akulturasi budaya yang tercermin dalam bangunan fisik di Bandar Grisse.
"Ternyata, Gresik sebagai kota bandar yang ber usia ratusan tahun, bisa di buktikan dengan arsitek bangunan gaya eropa, timur tengah dan timur jauh, bahkan masyarakat antar etnis bisa ber interaksi dengan nyaman," ujar turis Honduras yang diterjemahkan oleh guide. Minggu (11/1).
Baca juga: PWI Gresik Gelar Pelatihan Publik Speaking dan Lomba Voice Over
Kutipan Utama
"Melihat antusiasme teman-teman dari Mesir dan Honduras hari ini membuktikan bahwa Bandar Grisse memiliki nilai universal. Sejarah kita bukan hanya milik warga Gresik, tapi juga bagian dari narasi perdagangan dunia yang patut kita banggakan dan lestarikan bersama."
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama di depan bangunan cagar budaya. Diharapkan melalui Tilik Mburi ini, kesadaran kolektif untuk menjaga warisan sejarah semakin kuat, baik di tingkat lokal maupun internasional. (*)
Editor : Redaksi