Jadi Obyek Inkubasi Arsitektur dan Desain Interior, Mas Pj Harapkan Bisa Mengungkit Pertumbuhan Ekonomi 

Pj Wali Kota Mojokerto Ali Kuncoro membuka acara Inkubasi Arsitektur dan Desain Interior di Ayola Sunrise Mall. (ist)
Pj Wali Kota Mojokerto Ali Kuncoro membuka acara Inkubasi Arsitektur dan Desain Interior di Ayola Sunrise Mall. (ist)
b-news.id leaderboard

KOTA MOJOKERTO | B-news.id - Kota Mojokerto adalah kota terkecil memiliki sumber daya alam yang minim namun mempunyai sumber daya manusia yang potensial.

Hal ini yang membuat Kota Mojokerto memiliki banyak IKM dan UMKM yang kreatif. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparkeraf) menjadikan pusat grosir sepatu (PGS) yang berada di Jalan Mojopahit Kelurahan Kranggan Kota Mojokerto sebagai obyek inkubasi arsitektur dan desain interior.

Pejabat (Pj) Wali Kota Mojokerto Moh Ali Kuncoro menyampaikan rasa bangga dan terima kasihnya yang mana telah menjadikan Kota Mojokerto sebagai tempat pelaksanaan Inkubasi bidang ekonomi digital dan produk kreatif Kemenparkeraf RI. 

"Terima kasih dan syukur alhamdulillah Kota Mojokerto telah ditunjuk sebagai tuan rumah untuk event Inkubasi Arsitektur dan Desain Interior dari Kemenparkeraf," ujar mas Pj sapaan akrab dari Ali Kuncoro saat membuka acara tersebut di Ballroom Ayola Sunrise Mall pada Senin (20/5).

Mas Pj juga menyampaikan Inkubasi Arsitektur dan Desain Interior ini merupakan upaya pemerintah untuk mengungkit pertumbuhan ekonomi dimasa yang akan datang. "Kita tahu pemerintah pusat telah menargetkan di tahun 2045 mendatang pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 6-7% seperti yang disampaikan bapak presiden Joko Widodo. Pemerintah juga optimis karena puncak demografi pada tahun 2030 dimana 70% dari penduduk Indonesia adalah usia produktif. Dan ini juga salah satu ihktiar kita bagaimana menyiapkan generasi unggul untuk Indonesia Emas 2045 mendatang," sambung mas Pj. 

Sedangkan Direktur Kuliner, Kriya, Desain dan Fashion Kemenparkeraf RI, Yuke Sri Rahayu mengatakan bahwa Kota Mojokerto dinilai memiliki potensi ekonomi kreatif dan pariwisata. "Karena menurut pertimbangan kami Kota Mojokerto mempunyai potensi ekonomi kreatif. Dan pusat grosir sepatu memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai sentra pembuatan dan penjualan sepatu di Kota Mojokerto," paparnya.

Mas Pj Ali Kuncoro mengalungkan tanda peserta Inkubasi Arsitektur dan Desain Interior. (ist)

Lain halnya salah satu peserta Inkubasi Desain Interior dari Kalimantan Timur, Ferdy Pradipta mengungkapkan bahwa inkubasi ini sebagai upaya untuk meningkatkan kompetensi para desainer dan arsitektur muda sehingga nantinya diharapkan bisa berpartisipasi untuk pembangunan di daerah masing-masing. 

"Melalui Inkubasi ini, selain untuk mengenalkan produk unggulan juga untuk mengetahui pandangan produsen lokal dan juga mengetahui apa harapan dan kebutuhan para pengrajin sehingga para desainer muda dapat memfasilitasi apa saja yang sekiranya mampu meningkatkan original lokal dan menjadikan Kota Mojokerto termasuk salah satu destinasi wisata," ungkapnya. 

Masih menurut Ferdy adanya PGS ini diharapkan bukan hanya wisatawan yang berkunjung akan tetapi warga Kota Mojokerto diharapkan juga mencintainya dan mempunyai rasa memiliki terhadap tempat wisata di daerah tempat tinggalnya.

Sebagai informasi kegiatan ini digelar selama 5.hari, mulai tanggal 20 Mei sampai dengan 24 Mei 2024. Dan diikuti 24 peserta yang telah melakukan pendaftaran secara online dan 2 orang perwakilan dari Dinas PUPRPerakim Kota Mojokerto. Selain itu juga kegiatan ini bekerja sama dengan IAI dan HDII. (eko)

b-news.id skyscraper

Berita Lainnya

b-news.id skyscraper