Pemkot Mojokerto Perketat Pengawasan Kesehatan Hewan Ternak Qurban

Pj Wali Kota Mojokerto Ali Kuncoro saat meninjau RPH Sekarputih. (ist)
Pj Wali Kota Mojokerto Ali Kuncoro saat meninjau RPH Sekarputih. (ist)
b-news.id leaderboard

KOTA MOJOKERTO | B-news.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) akan memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban yang dikonsumsi masyarakat pada saat perayaan hari raya Idul Adha 2024 mendatang.

"Maka dari itu pengawasan lalu lintas hewan untuk qurban maupun untuk keseharian kan sudah aturan yang jelas baik hewan masuk ke Kota Mojokerto begitu juga hewan keluar Kota Mojokerto harus ada surat keterangan kesehatan hewan," ujar mas Pj sapaan akrab dari Pejabat Wali Kota Mojokerto Moh Ali Kuncoro pada Selasa (14/5).

Mas Pj juga menyampaikan bahwa untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, Pemkot Mojokerto akan memperketat pengawasan terhadap kesehatan hewan qurban menjelang hari raya Idul Adha.

"Menjelang hari raya Idul Adha atau H-7 lapak-lapak penjual hewan qurban sudah mulai berdiri. Kita akan berkeliling melakukan pengecekan kesehatan hewan qurban yang dijual," terang mas Pj. 

Meskipun Kota Mojokerto termasuk Zero Reported Case PMK (Penyakit Mulut dan Kaki) sejak tahun 2022 hingga saat ini, vaksinasi terhadap hewan ternak terus dilakukan. 

"Jadi ini semua merupakan upaya preventif, kita berikan vaksinasi PMK berkelanjutan dan memberi edukasi kepada para peternak lokal berkaitan dengan kesehatan hewan ternaknya," imbuhnya.

Disaat wabah PMK melanda Jawa Timur, hewan ternak yang ada termasuk relatif terkendali. Meskipun demikian mas Pj tetap meminta seluruh panitia qurban dan takmir masjid di Kota Mojokerto agar tetap hati-hati dalam memilih hewan qurban.

"Saya nitip pesan, saat mendatangkan hewan qurban dari luar daerah sebisa mungkin dilengkapi dengan surat kesehatan hewan, jadi mesti pilih yang sehat-sehat," pesannya. (eko/rls)

b-news.id skyscraper

Berita Lainnya

b-news.id skyscraper