Bupati Sidoarjo Apresiasi Pengembangan RSU Siti Fatimah Tulangan

Bupati Sidoarjo Muhdlor Ali peletakan batu pertama pembangunan gedung baru Al Quds RSU Siti Fatimah Tulangan bersama Dirut RSU Siti Fatimah Catur Priambodo, Ketua Pimpinan Daerah Aisiyah Hj Zubaidah Syafi'i serta Kadinkes Fenny Apridawati. (Ist)
Bupati Sidoarjo Muhdlor Ali peletakan batu pertama pembangunan gedung baru Al Quds RSU Siti Fatimah Tulangan bersama Dirut RSU Siti Fatimah Catur Priambodo, Ketua Pimpinan Daerah Aisiyah Hj Zubaidah Syafi'i serta Kadinkes Fenny Apridawati. (Ist)
b-news.id leaderboard

SIDOARJO | B-news.id -  Rumah Sakit Umum Aisyiyah Siti Fatimah Tulangan, melakukan pengembangan dengan membangun gedung baru Al Quds untuk tahap pertama.

Peletakan batu pertama gedung baru Al Quds dilakukan Bupati Sidoarjo H.Muhdlor Ali bersama Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah Hj Zubaidah Syafi'i, Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo DR Fenny Apridawati, Ketua Pimpinan Daerah Muhamadiyah Sidoarjo serta Direktur RSU Aisyiyah Siti Fatimah, dr Catur Priyambodo, Sabtu (9/4/2025).

Direktur RSU Aisyiyah Siti Fatimah dr Catur Priyambodo menegaskan, pembangunan gedung Al Quds ini, akan berdiri di tanah seluas 1.4 hektar dengan luas fisik bangunan sekitar 1 hektar. "InsyaAllah akan kita selesaikan pembangunan gedung tahap pertama Al Quds ini pada Mei tahun 2025 nanti," ujar dr Catur.

Zubaidah Syafi'i, Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah mengatakan, pengembangan RSU Aisyiyah Siti Fatimah Tulangan dengan pembangunan gedung Al Quds ini, merupakan kebutuhan wajib untuk memenuhi pelayanan kesehatan masyarakat di kawasan Tulangan, Krembung Tanggulangin dan sekitarnya. "Pembangunan gedung baru ini, tidak hanya untuk mengejar profit saja, tetapi agar juga membantu kebutuhan kesehatan dan memberi manfaat bagi masyarakat Sidoarjo," jelas Zubaidah Syafi'i.

Dikatakan Zubaidah Syafi'i, sesuai dengan perencanaan, pengembangan RSU Aisyiyah Siti Fatimah ini akan berlangsung dalam tiga tahap.

Tahap pertama adalah gedung Al Quds, selanjutnya pembangunan gedung As Syifa' dan terakhir gedung Harramain. "Karenanya agar pelaksanaan pembangunan ini berjalan dengan baik, kita perlu dukungan semua pihak baik jajaran internal, terlebih dukungan dari pemerintah Kabupaten Sidoarjo melalui Dinas Kesehatannya. Karena sesuai dengan arahan Dirjen Kesehatan tahun 2022, rumah sakit tahun 2025 nanti, setiap kamar inap pasien, hanya boleh berisi 4 tempat tidur dengan jarak 1.5 meter," terang Zubaidah.

Ketua PD Aisyiyah ini juga menceritakan bagaimana peran serta RSU Aisyiyah Siti Fatimah dalam turut serta menangani pasien yang terdampak pandemi Covid 19 tahun 2020 lalu.

Sementara, Bupati Sidoarjo H.Ahmad Muhdlor Ali sebelum peletakan batu pertama pembangunan gedung Al Quds ini, mengapresiasi pengembangan RSU Aisyiyah Siti Fatimah menjadi lebih luas.

Menurut Bupati Gus Muhdlor, saat ini membangun Sumber Daya Manusia atau doktor spesialis pada rumah sakit, lebih susah dari membangun fisik rumah sakit itu sendiri.

Karena dirinya akan sangat senang , jika rumah sakit yang ada di Sidoarjo bisa menyumbangkan doktor spesialisnya di RSUD Notopuro milik Pemkab Sidoarjo. "Karena saya yakin, rumah sakit di Surabaya, juga tidak banyak yang memiliki doktor spesialis," ulas bupati.

Bupati Gus Muhdlor juga berpesan kepada Dinas Kesehatan, untuk tidak menganggap rumah sakit Swasta sebagai saingan, namun harus ditempatkan sebagai mitra."Kita wajib berlomba-lomba untuk kebaikan, jika RS Aisyiyah Siti Fatimah ini nantinya menjadi type A, maka pasien masyarakat Sidoarjo tidak perlu dirujuk ke Surabaya," pungkasnya. (za)

b-news.id skyscraper

Berita Lainnya

b-news.id skyscraper