Resmikan Sentra IKM Batik, Mas Pj Wali Harapkan Jadi Pengungkit Ekonomi

Jumat : 09 Februari 2024 : 09:17:03 Editor: Zainul Arifin
Resmikan Sentra IKM Batik, Mas Pj Wali Harapkan Jadi Pengungkit Ekonomi

Peresmian Sentra IKM Batik Kota Mojokerto dilakukan oleh Pj Wali Kota Ali Kuncoro, dirjen IKM Kementerian Perindustrian RI Reni Yanita dan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemprov Jatim Muhammad Gunawan Saleh. (ist)

KOTA MOJOKERTO | B-news.id - Menyadari akan minimnya sumber daya alam (SDA) yang dimiliki Kota Mojokerto. Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto terus berupaya untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) dengan memberikan stimulan agar bisa meningkatkan perekonomian warga.

Salah satu bentuk upaya itu dengan diresmikannya Sentra IKM Batik Maja Barama Wastra yang berlokasi di Jalan Kedungsari Kelurahan Gunung Gedangan Kota Mojokerto.

Pj Wali Kota Mojokerto Moh Ali Kuncoro bersama dirjen IKM Kementerian Perindustrian RI Reni Yanita dan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Jawa Timur Muhammad Gunawan Saleh meresmikan Gedung Sentra IKM Batik ini pada Rabu (7/2) siang.

Pj Wali Kota Mojokerto Ali Kuncoro bersama rombongan saat peresmian IKM Batik Maja Barama Wastra. (ist)

Pemerintah Kota Mojokerto mengucapkan terima kasih atas dukungan dari Kementerian Perindustrian untuk pembangunan sentra IKM Batik di Kota Mojokerto. "Maja Barama Wastra, yang berarti sebuah kain yang cantik, indah dan elok yang berasal dari Majapahit," jelas Ali Kuncoro. 

Berdiri diatas lahan seluas 5.300 m² sentra IKM Batik diharapkan mampu menjadi salah satu pengungkit ekonomi masyarakat Kota Mojokerto. 

"Dengan adanya gedung sentra IKM Batik ini bisa menumbuhkan semangat bagi kita, untuk berkarya lebih bagus lagi dimana nantinya bagaimana perekonomian di Kota Mojokerto bisa meningkat khususnya dalam industri batik bisa tumbuh dan berkembang dan mampu bersaing bukan hanya secara regional akan tetapi mampu bersaing secara nasional bahkan global," harapnya. 

Selain itu ia juga menambahkan bahwa sebuah batik harus mempunyai nilai lebih dengan mengembangkan kreatifitas selain memunculkan ciri khas daerah masing-masing.

"Kalau menurut saya yang membuat menarik dari sebuah batik adalah storytelling. Jadi setiap batik itu secara tidak langsung bisa mengungkapkan maksud dari pembatiknya. Apalagi kalau bisa seperti ada catatan kecil yang memuat ide dasarnya dan darimana mungkin itu dapat membikin ketertarikan si pembeli," sambungnya. 

Sedangkan menurut Reni Yunita bahwa Sentra IKM Batik Maja Barama Wastra menjadi sentra IKM Batik dengan fasilitas yang lengkap diantara 201 IKM Batik yang tersebar di 11 provinsi di Indonesia. 

"Harapan kami bangunan fisik yang sudah dibangun ini bisa menjadi contoh Sentra IKM Batik lainnya di Indonesia. Bahwa sentra batik itu ya seperti yang dibangun di Kota Mojokerto ini," jelas Reni. 

Reni juga menyampaikan hal senada dengan mas Pj Wali bahwa perlu semacam storytelling untuk mengikis sedikit demi sedikit dan menghilangkan batik printing. "Saya berharap di Sentra IKM Batik ini kurasinya lebih ketat lagi kalau bisa hanya menampilkan batik cap, syukur bisa batik tulis lebih dikedepankan," pesannya. 

Lebih lanjut Reni juga mengingatkan tentang pemasaran batik khususnya kepada generasi muda. Bagaimana mengoptimalkan fasilitas yang sudah lengkap ini bisa menciptakan generasi muda yang tertarik menekuni usaha batik dengan segala pernak perniknya agar IKM Batik Kota Mojokerto lebih berkembang lagi. 

Pada kesempatan tersebut juga diserahkan sertifikat untuk para pelaku IKM di Kota Mojokerto diantaranya sertifikat batik cap, sertifikat halal batik, tanda sah capaian Tingkat Komponen Dalam Negeri, serta sertifikat halal rumah potong unggas (RPU) dan penobatan Duta Batik Kota Mojokerto. (eko)