RABU, Upaya Mas Pj Wali Ciptakan Generasi Unggul Indonesia Emas

Pj Wali Kota Mojokerto Moh Ali Kuncoro menerima penghargaan Kota Terinovatif pada IGA 2023 melalui Canting Gula Mojo, salah satu program upaya untuk menekan angka stunting. (ist)
Pj Wali Kota Mojokerto Moh Ali Kuncoro menerima penghargaan Kota Terinovatif pada IGA 2023 melalui Canting Gula Mojo, salah satu program upaya untuk menekan angka stunting. (ist)
b-news.id leaderboard

KOTA MOJOKERTO | B-news.id - Program nasional turunkan stunting juga menjadi program pemerintah kota (Pemkot) Mojokerto. Sebagai bentuk komitmen Pemkot Mojokerto dalam upaya mewujudkan Zero New Stunting tahun 2024 di Kota Mojokerto. Terlihat dengan adanya program dan berbagai aksi yang bukan hanya melibatkan berbagai stakeholder dilingkup Pemkot Mojokerto melainkan juga dengan instansi vertikal serta partisipasi masyarakat. 

"Melalui pemenuhan gizi sedari masih dalam kandungan kemudian bayi tumbuh kembang secara optimal, tentu bayi dan anak-anak Kota Mojokerto akan terbebas dari stunting sehingga harapan terciptanya generasi unggul dan cemerlang dari anak-anak kita dimasa depan sangat kita harapkan," ujar mas Pj Wali sapaan akrab dari Ali Kuncoro pada Kamis (25/1/2024).

Upaya penurunan stunting yang terbaru dilakukan melalui aksi bakti sosial RABU ( RAsanya ingin selalu sehat BersamamU). Pj Wali Kota Ali Kuncoro memimpin langsung penyaluran bantuan makanan tinggi protein hewani untuk balita stunting di masing-masing kelurahan. 

"Kita usahakan setiap hari Rabu saya bersama Kadinkes, Baznas dan Prameswari turun langsung untuk menyalurkan makanan tinggi protein hewani seperti ayam, telur, susu dan beras," imbuhnya. 

Pemkot Mojokerto melalui Dinkes P2KB berinovasi dengan memformulasikan berbagai program intervensi selain pemberian bantuan makanan rutin. Seperti halnya Canting Gula Mojo (Cegah Stunting Gerak Unggul Pemberdayaan Masyarakat Kota Mojokerto) sebuah program terintegrasi yang dilakukan dari hulu ke hilir, dimulai dari remaja putri, calon pengantin, ibu hamil, ibu pasca persalinan hingga balita dengan melibatkan lintas sektor.

Dengan inovasi tersebut nyata-nyata berkontribusi dalam menekan angka stunting dari waktu ke waktu. Berdasarkan data Elektronik Pencatatan Laporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPBGBM) angka stunting pada tahun 2019 sebesar 9,04 persen dan di tahun 2020 turun menjadi 7,71 persen. Kemudian turun lagi menjadi 4,84 persen tahun 2021 dan 3,12 persen di tahun 2022. Pada akhir Desember 2023 turun hinga menyisakan 2,04 persen.

Selanjutnya bahkan inovasi ini mengantarkan Kota Mojokerto sebagai Kota Terinovatif se-Indonesia dalam Inovative Gouverment Award (IGA) tahun 2023 yang digelar oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI. 

Giat baksos RABU Pj Wali Kota Mojokerto didampingi Kadinkes P2KB memberikan makanan tinggi protein hewani kepada bayi stunting. (ist)

Pemkot Mojokerto tidak bekerja sendiri tapi juga melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Setidaknya ada 1623 kader motivator yang tersebar di setiap lingkungan.

Setelah sebelumnya para kader ini mendapat edukasi sehingga dapat terlibat secara rutin dalam mempromosikan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) termasuk edukasi terkait stunting di sekitar tempat tinggal mereka. 

"Khusus untuk stunting, kami mengajak para kader motivator agar ikut mengkampanyekan menu double protein untuk balita stunting. Selain itu tiap kelompok juga kami bekali dengan Antropometri Kit agar bisa ikut memantau dan memastikan perkembangan balita di lingkungan masing-masing secara langsung. Sehingga kami bisa mendapatkan data by name by adress yang valid," jelas dr. Farida Mariana Kepala DinkesP2KB Kota Mojokerto. (eko)

b-news.id skyscraper

Berita Lainnya

b-news.id skyscraper