Tak Kunjung Ditemui Bupati Ipuk, M Yunus Tuliskan Sepucuk Surat Cinta

M Yunus Wahyudi, Aktivis fenomenal berjuluk "Harimau Blambangan" meski tak seberingas dulu, namun Aumannya masih diperhitungkan di Bhumi Blambangan Banyuwangi.( foto: irawan)
M Yunus Wahyudi, Aktivis fenomenal berjuluk "Harimau Blambangan" meski tak seberingas dulu, namun Aumannya masih diperhitungkan di Bhumi Blambangan Banyuwangi.( foto: irawan)
b-news.id leaderboard

BANYUWANGI | B-news.id - Setelah kesekian kalinya berupaya menemui Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, namun selalu berujung gagal, M Yunus Wahyudi, tuliskan secarik surat cinta pada Bupati, Jum'at (19/1/2024) pagi.

Surat cinta dari sosok Aktivis fenomenal berjuluk "Harimau Blambangan" ini berisi ungkapan kangen dan rindu, usai berkali-kali dirinya berupaya bertemu Bupati Banyuwangi namun selalu gagal.

Bahkan, M Yunus menduga Bupati sengaja menghindar untuk tak bertemu, guna membicarakan problem-problem yang dialami oleh masyarakat, khususnya berkaitan dengan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (PemKab) Banyuwangi.

"Berkali-kali saya tidak ditemui, dan ibu Ipuk sepertinya sengaja tidak mau menemui saya, maka diruang asisten Bupati ini saya tuliskan sepucuk surat cinta kepada beliau," ujarnya.

Kepada B-news.id, M Yunus mengaku bahwa ini bukan kali pertama dirinya bertandang ke Kantor Bupati, bahkan pihaknya telah berulangkali melayangkan surat namun nian tak kunjung membuat Bupati Banyuwangi bergeming.

"Pada Intinya ini sudah ketujuh kalinya saya berupaya menemui beliau, dan kami juga sudah beberapa kali mengirimkan surat bermaksud ingin bertemu dengan ibu Bupati," ucapnya M Yunus.

M Yunus Wahyudi, sang Harimau Blambangan sedang menunjukkan sepucuk Surat Cintanya yang ditujukan kepada Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani dan suami, Abdullah Azwar Anas Men-PAN RB, diruang Asisten Bupati, Jumat (19/1/2024) pagi.( foto: irawan) 

M Yunus mengaku, maksud tujuan dirinya ingin bertemu dengan Bupati Banyuwangi tak hanya ingin membahas tentang problem pemerintahan dan dana hibah Pemkab Banyuwangi saja.

Lebih lanjut Yunus mengatakan, bahwasanya terdapat hal yang lebih penting, yaitu permasalahan menyangkut Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi birokrasi (MenPanRB).

Namun sayang sekali, saat awak media mendesak lebih lanjut berkenaan dengan pengakuannya yang mengejutkan tersebut, M Yunus menolak berkomentar lebih lanjut mengenai mantan Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas yang kini menjabat sebagai MenPanRB itu.

"Yang jelas, ada suatu permasalahan yang sifatnya sangat urgent dan serius, dan bilamana masalah ini saya floorkan kepada publik tentunya akan menimbulkan kegaduhan ditengah masyarakat Banyuwangi," ungkapnya.

M Yunus menyudahi wawancara singkat di pelataran kantor Bupati Banyuwangi dengan statement bahwa dirinya sebagai Aktivis Banyuwangi, kali ini dirinya masih memilih jalan damai yaitu jalan mediasi.

"Saat ini saya masih memilih menempuh jalan mediasi dulu, harapan saya segera dapat bertemu berdua ataupun bertiga dengan beliau-beliaunya," pungkasnya.

Tim Jurnalis B-news.id masih terus berupaya menggali lebih jauh kepada M Yunus berkenaan dengan permasalahan hukum yang diduga berkaitan dengan MenPanRB, meski hingga berita ini diluncurkan, sang Harimau Blambangan lebih memilih untuk bungkam. (irawan)

b-news.id skyscraper

Berita Lainnya

b-news.id skyscraper