Pemkab Mojokerto Terus Perbaiki Data PBB-P2

Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati bersama jajaran Bapenda Kabupaten Mojokerto. (ist)
Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati bersama jajaran Bapenda Kabupaten Mojokerto. (ist)
b-news.id leaderboard

KABUPATEN MOJOKERTO | B-news.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto menggelar sosialisasi pemeliharaan data pajak bumi dan bangunan pedesaan dan perkotaan bersama 41 developer perumahan se-Kabupaten Mojokerto di Aston Hotel Jalan By Pass Mojokerto pada Kamis (28/12) siang.

Kegiatan sosialisasi ini diinisiasi oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Mojokerto. Hal ini dilakukan dalam upaya Pemkab Mojokerto memvalidasi data PBB-P2 tahun 2024 lebih valid dan akurat antara basis data dan kondisi aktual di lapangan. Juga dalam rangka meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Mojokerto dari sektor penerimaan PBB. 

Dalam kesempatan tersebut Bupati Ikfina mengatakan bahwa dalam melaksanakan keberlangsungan pemerintahan serta pembangunan di Kabupaten Mojokerto bergantung pada transfer daerah dari pusat dan PAD Kabupaten Mojokerto. 

"Pembangunan yang kita laksanakan di Kabupaten Mojokerto secara garis besar ada dua. Pertama dari transfer pusat ke daerah dan kedua dari PAD Kabupaten Mojokerto sendiri. Dana transfer dari pusat tidaklah cukup untuk membiayai operasional pemerintah daerah Kabupaten Mojokerto," ujar Ikfina. 

Tampak peserta sosialisasi pemeliharaan data PBB-P2 dari perwakilan developer perumahan se-Kabupaten Mojokerto. (ist)

Selanjutnya Bupati Ikfina juga menjelaskan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar 2,5 T hingga 2,9 T. Sedangkan pemasukan terbesar dari PAD Kabupaten Mojokerto bersumber dari PBB-P2.

Dengan demikian untuk meningkatkan pendapatan asli daerah yang bersumber dari PBB-P2, orang nomor satu dilingkup Pemkab Mojokerto meminta kepada seluruh developer perumahan untuk terbuka terkait data kepemilikan rumah. 

"Sekali lagi saya minta tolong dibantu yaa, terkait masukan data, sinkronisasi data, sehingga kalau datanya sudah benar, akan lebih mudah nantinya Pemkab dalam mengenakan dan menarik pajak dari masyarakat. Karena justu dari PAD lah nanti yang banyak kembali ke masyarakat," jelasnya. 

Pada akhir sambutannya Bupati Ikfina berharap sinkronisasi data PBB-P2 sudah bisa rampung pada awal tahun 2024, sehingga kedepannya Pemkab Mojokerto dapat mempermudah dalam mengambil kebijakan pembangunan di bumi Mojopahit. 

"Harapannya dalam kurun waktu 3 bulan ini semua sudah selesai dan rampung. Nantinya akan dapat kita gunakan dalam mengambil kebijakan dan keputusan dalam memberikan kepengurusan perizinan bagi semua jenis investasi yang berada di wilayah Kabupaten Mojokerto," pungkasnya. (eko)

b-news.id skyscraper

Berita Lainnya

b-news.id skyscraper