Pembebasan Lahan Pelebaran Jalan Raya Manyar, Warga Terdampak Terima Rp 4,8 Miliar

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani secara simbolis menyerahkan uang ganti untung warga terdampak pelebaran jalan Raya Manyar. (Ist)
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani secara simbolis menyerahkan uang ganti untung warga terdampak pelebaran jalan Raya Manyar. (Ist)
b-news.id leaderboard

GRESIK | B-news.id - Ungkapan syukur terucap dari sejumlah warga yang menerima uang ganti rugi, dari kompensasi pembebasan lahan terkait pelebaran ruas Jalan Raya Manyar yang tengah berlangsung pengerjaannya.

Total senilai 4,8 miliar rupiah untuk tanah seluas 797 M², diserahkan secara simbolis kepada masing-masing pemilik tanah hari ini, Kamis (28/12).

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, dana kompensasi ini merupakan bentuk ganti rugi atas bidang tanah yang menjadi bagian dalam pembangunan sarana penunjang program strategis nasional Kawasan Ekonomi Khusus _Java Integrated Industrial and Port Estate_ (KEK JIIPE).

"Mudah-mudahan yang kita lakukan ini terus berkelanjutan di tahun yang akan datang. Saya tegaskan juga bahwa kita tidak akan bermain-main dalam pengadaan lahan tersebut. Artinya kita sesuaikan dengan prosedur payung hukum yang jelas," terangnya.

Bupati Yani juga menggarisbawahi pentingnya sinergitas antara masyarakat, dengan pemerintah dari tingkat daerah, provinsi, dan pusat. Hal ini karena proyek pelebaran Jalan Raya Manyar ini sejatinya belum rampung. Rencananya, pelebaran jalan tersebut digarap sepanjang 2,3 kilometer, yang mana saat ini tengah berjalan sepanjang 1,3 kilometer.

"Syukur-syukur pembebasan lahan untuk sisa ruas jalan yang akan dilebarkan bisa selesai dalam tiga bulan kedepan. Sehingga Kemementerian PU bisa mengeksekusi kembali proses proyek sisa dari 1,3 Km hingga tuntas mencapai 2,3 Km. Kemudian dibangun juga jembatan kembar yang juga akan dibangun Kementerian PU," ujar Bupati Yani.

Bupati Gresik, Gus Yani foto bersama dengan warga yang lahannya terdampak untuk pelebaran jalan Raya Manyar. (Ist) 

Walaupun belum sepenuhnya rampung, proyek pelebaran Jalan Raya Manyar ini sudah memberikan manfaat bagi masyarakat. Ini terlihat dari berkurangnya titik kemacetan yang timbul di ruas jalan tersebut. Belum lagi fungsinya dalam menunjang kehadiran KEK JIIPE yang manfaatnya akan bisa dirasakan dalam jangka panjang bagi masyarakat Kabupaten Gresik.

Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah IV Provinsi Jawa Timur, Akmizal menerangkan program pelebaran jalan sepanjang 2,3 Km ini harus tuntas di 2024. Karenanya, dirinya berharap sinergi yang baik bisa terus terjalin antara Kamenterian PUPR, Pemerintah Kabupaten Gresik dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. (ali/rul)

b-news.id skyscraper

Berita Lainnya

b-news.id skyscraper