Pengajian Akbar Ponpes Al Fattah Sidoarjo, Galang Ukhuwah AntarJamaah dan Alumni

Pengajian Akbar Ponpes Al Fattah Sidoarjo. (Ist)
Pengajian Akbar Ponpes Al Fattah Sidoarjo. (Ist)
b-news.id leaderboard

SIDOARJO | B | news.id - Pengajian Akbar yang dilaksanakan setiap tahun adalah salah satu kegiatan besar untuk menggalang ukhuwah berkesinambungan antar jama’ah, alumni dan keluarga besar Pondok Pesantren Al Fattah Buduran , Sidoarjo. 

Kegiatan ini dilaksanakan di halaman Pondok Pesantren al Fattah hari Ahad, (17/12) dihadiri hampir 3000 jama’ah.

 Santri Al Fattah bertindak sebagai MC menggunakan 3 bahasa, Indonesia, Arab dan Inggris. Tampilan antara lain : tahfidz oleh Bryan Zakky, pembacaan puisi oleh Khuzain dan pidato bahasa daerah oleh Hisam, penampilan Tapak Suci yang jawara tingkat Propinsi dan Nasional.

Sebelum acara inti pengajian, diserah terimakan hibah armada Hiace dari komisi C, diwakili Khulaim Junaidi ,diterima oleh ust. Moh. Fauzan, Lc., M.Pd.

Pengajian disampaikan oleh DR. Kh Nurbani Yusuf, M.SI., staf ahli Universitas Muhammadiyah Malang. Dalam kajiannya, beliau menyampaian bahwa agama yang paling sempurna, yang memiliki kitab dan ajaran yang sempurna adalah agama Islam.

Sehingga ukhuwah yang diajarkan oleh Islam luar biasa, bagaimana kita saling menyayangi sesama Muslim. Oleh arena itu perbedaan-perbedaan yang ada di Indonesia adalah perbedaan yang harus dihormati.

Para alumni dan dewan guru saat menghadiri pengajian Akbar. (Ist) 

"Ulama besar pun memiliki perbedaan pendapat diantaranya Imam Syafi’i dan Imam Malik dengan total 5679 perbedaan, yang meskipun perbedaannya banyak tapi tidak ada permusuhan, dan tidak saling menyesatkan. Bahkan ketika Imam Syafi’i berhalangan, Imam Malik yang menjadi pengganti, " tegas Nurbani Yusuf. 

Lebih lanjut dikatakan ulama itu kalau berbeda pendapat tetap mengutamakan adab sebagaimana ajaran yang ditinggalkan Rasulullah. Rasulullah berbudi luhur, paling tinggi adabnya dan uswatun hasanah.  

Pengajian Akbar yang kedua disampaikan oleh DR. KH. Husnan Bey Fananie, M.A., yang dalam salah satu materi kajiannya menyatakan bahwa generasi muda Islam haruslah punya tekad dan semangat yang kuat untuk belajar dan mendalami pengetahuan agama.

Maka ketika santri dimasukkan ke pondok pesantren harus bersyukur karena diselamatkan dari pengaruh negatif lingkungan di luar pondok pesantren.

"Alhamdulillah Pengajian Akbar berlangsung hikmat. Dalam kegiatan ini memang ada yang berbeda karena ada dua kegiatan yang bersamaan yaitu Pengajian Akbar dan kepulangan santri setelah berakhirnya Pengajian Akbar". papar Hamsyah Mustofa, S.Pd., ustad muda Al Fattah yang juga sebagai MC. (ali)

b-news.id skyscraper

Berita Lainnya

b-news.id skyscraper