Pemkot Mojokerto Ikuti Penilaian E-Gouverment KemenPan RB

Wali Kota didampingi Sekretaris Daerah, Asisten Administrasi Umum dan Kepala Diskominfo menyambut tim Asesor dan Akdemisi dari Kemenpan RB. (ist)
Wali Kota didampingi Sekretaris Daerah, Asisten Administrasi Umum dan Kepala Diskominfo menyambut tim Asesor dan Akdemisi dari Kemenpan RB. (ist)
b-news.id leaderboard

KOTA MOJOKERTO | B-news.id - Potensi Kota Mojokerto terus digali oleh Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita ini. Kali ini Pemkot Mojokerto mengikuti Penilaian Visitasi Evaluasi SPBE (Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dari Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) RI pada Kamis (30/11).

Wali Kota Ning Ita menyambut kehadiran tim penilai di Ruang Kerja Wali Kota, Balai Kota Mojokerto didampingi Sekretaris Daerah, Asisten Administrasi Umum dan Kepala Diskominfo. Sedangkan tim penilai diantaranya dari akademisi perguruan tinggi sebagai penilai eksternal dan tim koordinasi SPBE nasional Kemenpan RB. 

"Komitmen kami jelas, agar SPBE di Kota Mojokerto berjalan baik, tidak hanya secara indeks meningkat akan tetapi memang dapat diimplementasikan secara riil dan baik di Kota Mojokerto. Karena itu juga bagian upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik bagi masyarakat," ujar Ning Ita. 

Penerapan SPBE yang biasa kita kenal dengan E-Gouverment merupakan upaya transformasi digital menuju pemerintahan dan pelayanan publik berbasis elektronik demi mewujudkan pemerintahan yang bersih, akuntabel serta layanan yang berkualitas.

Penilaian Visitasi di Ruang Command Center Balai Kota Mojokerto. (ist)

Sistem ini mengutamakan peningkatan efektivitas dengan memanfaatkan aplikasi yang telah beroperasi, mengonsolidasikan aplikasi menjadi platform digital terpadu baik di internal maupun antar instansi serta interoperabilitas data dan aplikasi melalui pemanfaatan Arsitektur SPBE.

Pemkot Mojokerto menjadi salah satu instansi pemerintah daerah diantara 28 lokus visitasi terpilih dari ratusan daerah yang berpartisipasi dalam penilaian SPBE ini. Hal tersebut karena Kota Mojokerto dinilai memiliki banyak perubahan dan progres dalam penerapan SPBE. 

Kemudian ada evaluasi lanjutan, setelah tahap penilaian dokumen dan interview ini dilakukan di Ruang Command Center Balai Kota Mojokerto. Tujuannya adalah untuk melakukan klarifikasi, verifikasi serta validasi sebagai dasar justifikasi penilaian evaluasi SPBE dalam rangka memastikan akurasi penilaian yang diberikan. 

Kegiatan evaluasi ini dibuka oleh Kepala Diskominfo Kota Mojokerto Santi Retnaningtyas. Ia menerangkan jika indeks implementasi SPBE di Kota Mojokerto mengalami kenaikan di setiap tahunnya. Perlu diketahui indeks realisasi SPBE ditahun 2021 yakni sebesar 2,92 kemudian di tahun 2022 ada sebesar 3,32% dan selanjutnya naik lagi menjadi 4,33% berdasarkan penilaian mendiri.

"Tentu ini sudah menjadi harapan kita semua, semoga yang sekarang dalam proses vitisasi ini antara yang kami sajikan dengan yang ada di sistem," ujar Santi. (eko)

b-news.id skyscraper

Berita Lainnya

b-news.id skyscraper