Sejahterakan Dhuafa dan Janda di Desa Sukomulyo Dengan Aneka Program Pemberdayaan

Bunda Yatim binaan bersama Kades, Staf Yatim Mandiri dan Amik. (Ist)
Bunda Yatim binaan bersama Kades, Staf Yatim Mandiri dan Amik. (Ist)
b-news.id leaderboard

GRESIK | B-news.id - Yayasan Yatim Mandiri Gresik bekerja sama dengan Pemerintah Desa Sukomulyo mengadakan Program Bunda Bisa Mandiri dan Sejahtera di Kantor Pemdes Sukomulyo, Kecamatan Manyar, Rabu (22/11).

Program pemberdayaan masyarakat yang ditujukan untuk kaum dhuafa' dan janda di wilayah Sukomulyo ini diikuti oleh dua kelompok binaan, satu kelompok terdiri 15 orang. Total ada 30 orang perempuan tangguh yang mengikuti Program Bunda Bisa selama kurun waktu 2 tahun.

Kegiatan tersebut dimulai dengan Pembentukan Kelompok Binaan, kemudian dilanjutkan Pembinaan Ruhani Bunda Yatim, Penyaluran Bantuan Kebutuhan Pokok, Penyaluran Bantuan Modal Usaha, serta Pelatihan dan Pembinaan Usaha Bunda sesuai kondisi atau skill yang dimiliki. Program Bunda Bisa dibimbing langsung oleh Ny Rr Henny Eka Ferdian atau bisa dipanggil Amik.

Staff Pelaksana Program Bunda Bisa Yayasan Yatim Mandiri Gresik, Abdul Jamil menyampaikan program Bunda Sejahtera hanya diikuti oleh ibu dari anak yatim (para janda) di Desa Sukomulyo, Kecamatan Manyar. 

"Fokus utama kami adalah mewujudkan wanita tangguh, jadi meski ditinggalkan oleh suami mereka tidak lemah secara ekonomi," ungkapnya.

Kades Sukomulyo Hans Wijaya, Abdul Jalil, Rr Henny Eka Ferdian. (Ist)

Anak-anak yatim dari Kelompok Bunda Bisa mendapatkan beasiswa pendidikan sementara ibunya mendapatkan pelatihan keterampilan atau wirausaha.

Tidak hanya meningkatkan kesejahteraan namun memberikan bekal kemampuan para ibu-ibu untuk mendapatkan kehidupan lebih baik.

"Total tahun ini kami sudah menyalurkan bantuan pendidikan sekitar Rp 400 juta dan pelatihan wirausaha di beberapa Desa di Gresik," terangnya.

Yang dimaksud Mandiri Sejahtera adalah mandiri secara ekonomi dan religius. Program religius dikemas melalui pengajian rutin untuk mengukuhkan nilai-nilai spiritual para perempuan.

"Jadi tidak hanya dibina secara ekonomi, juga secara rohani agar mereka bisa berani, berkarya, dan maju secara financial serta spiritual," jelasnya. 

Kepala Desa Sukomulyo, Subiyanto berharap kegiatan tersebut bisa memberikan semangat baru untuk ibu-ibu menjadi wirausaha tangguh.

"Mudah-mudahan pelatihan kali ini bisa mengembangkan ekonomi dan mencukupi kebutuhan keluarganya. Serta tercipta ibu-ibu yang tangguh, baik secara ekonomi maupun spiritual," pungkasnya. (ali)

b-news.id skyscraper

Berita Lainnya

b-news.id skyscraper