Serunya Menikmati Perjalanan ke Pulau Menjangan dan Tabuhan Banyuwangi

Para peserta open trip saat berada di Pulau Menjangan Banyuwangi. (Ist)
Para peserta open trip saat berada di Pulau Menjangan Banyuwangi. (Ist)
b-news.id leaderboard

 BANYUWANGI | B-news.id - Banyak jalan menuju Pulau Menjangan yang masuk wilayah Taman Nasional Bali Barat, Kabupaten Jembrana, Bali.

Salah satunya adalah menyeberang dari Pantai Bangsring atau bisa melalui Obyek wisata Grand Watu Dodol (GWD) Banyuwangi, Jawa Timur. 

Untuk menuju ke Pulau Menjangan, tidak membutuhkan waktu lama, hanya kurang lebih sekitar 40 - 45 menit jika ditempuh dengan menumpang perahu nelayan dari GWD Banyuwangi.

Di tempat ini, pengunjung sudah bisa menikmati indahnya air laut yang berwarna biru dipadu dengan pasir putih dan karang yang indah di dalam laut saat snorkling. Jadi, Pulau Menjangan memiliki keindahan alam yang patut diperhitungkan sebagai destinasi wisata di Banyuwangi. 

Wartawan B-news.id berkesempatan mengunjungi dan ber snorkling ria ke Pulau Menjangan dan Pulau Tabuhan Banyuwangi memang sangat terkesan dengan indahnya karang yang ada di dalam laut.

Kita berangkat bersama dengan kawan-kawan serombongan asal Surabaya, Gresik dan Sidoarjo berangkat dengan 4 bus yang dipandu oleh SM Tour Travel Surabaya selama dua hari, mulai tanggal 28-29 Oktober 2023. 

Keindahan alam Pulau Tabuhan Banyuwangi layak dikunjungi.(foto: zainul) 

Sebelum berangkat menunju Pulau Menjangan ada arahan dari petugas kapal untuk menaati semua arahan yang disampaikan. Setelah ada pembagian rombongan, dalam perjalanan ke Pulau Menjangan dan Pulau Tabuhan, kita diputuskan berjumlah 15 orang berkumpul di bibir pantai GWD, tempat awal rombongan tiba. 

Di dampingi oleh dua orang nelayan yang mengoperasikan kapal dan satu nelayan sebagai guide, kita bertolak menuju Pulau Menjangan dari pantai GWD sekitar pukul 10.00 WIB. 

Sepanjang perjalanan, pengunjung wajib menggunakan jaket pelampung. Sesekali ada dijelaskan oleh pak Supardi (47), guide yang mendampingi kami yaitu duduk di bagian belakang bersama yang mengoperasikan mesin kapal.

Selain itu, para penumpang disarankan menaruh barang bawaannya untuk meletakkan di tempat yang disediakan pemilik kapal, karena yang rentan terkena air, seperti dompet, kamera dan handphone agar aman tidak terkena cipratan air.

"Selama perjalanan ombaknya cukup tinggi hingga masuk ke dalam kapal. Bahkan penumpamng yang duduk di depan dipastikan terkena cipratan air, jika duduk di tengah lebih utamanya belakang dipastikan lebih aman," jelas Supardi. 

Inilah Pulau Tabuhan menawarkan sensasi keindahan dengan birunya air dan pasir putihnya. (foto: zainul) 

Dari kejauhan sudah terlihat pulau kecil berpasir putih dengan air laut berwarna biru yang yang sangat jernih. Dengan tenang perahu mulai menyusuri tepi Pulau Menjangan hingga tiba di jembatan penambatan perahu.

Dengan latar belakang beberapa barisan gunung di Pulau Jawa, hamparan pasir putih dan birunya air laut benar-benar memanjakan mata pengunjung. Belum lagi beberapa Menjangan, atau binatang jenis Rusa, penghuni pulau kosong tersebut terlihat jinak menyambut kedatangan para tamu.

Tanpa menunggu lama, kami langsung menelusuri pantai berpasir putih serta mengabdikan foto pemandangan yang ada di sana. Beberapa wisatawan asing juga terlihat asyik bermain di tepi pantai. Jumlah pengunjung hari itu tidak begitu banyak membuat kita semacam bersantai di pantai milik pribadi.

Setelah puas mengabadikan gambar dan bermain di tepi pantai serta menikmati bekal, kami pun kembali melanjutkan perjalanan dengan perahu menyisiri Pulau Menjangan. Sepanjang perjalanan, mata kita benar-benar dimanjakan dengan laut yang biru, kontras sekali dengan dengan tanaman-tanaman yang ada di Pulau Menjangan yang didominasi warna coklat. 

Suasana di Pulau Menjangan  terlihatcranai dikunjungi wisatawan. (foto: zainul) 

Pulau Menjangan memiliki pemandangan bawah laut yang memesona. Karang yang indah dengan berbagai macam warna serta biota laut yang beragam menjadi daya magnet tersendiri bagi wisatawan. 

Setelah hampir 45 menit menikmati perjalanan, akhirnya tiba di Pulau Menjangan yang berada di Taman Nasional Bali Barat Kabupaten Jembrana, Bali. Saya beserta rombongan juga tak menyia-nyiakan moment langka ini untuk berswa foto bertuliskan Pulau Menjangan. Sayangnya di tempat ini belum dilengkapi warung makanan, meskipun ada beberapa gazebo yang sudah berdiri. 

Saat menuju ke Pulau Menjangan petugas menyarankan agar membawa makanan berat, snack dan minuman sendiri karena Pulau Menjangan adalah pulau kosong tidak berpenghuni dan tidak ada yang berjualan makanan dan minuman di pulau tersebut.

Setelah puas berswa foto, rombongan digiring lagi ke tengah laut untuk bersnorking. Lagi-lagi petugas memberikan arahan cara memasang peralatan dan berenang di laut saat bersnokling.

Suasana di dalam laut Pulau Menjangan dengan karang yang Indah. (foto: zainul) 

Dengan sangat sabar dan telaten tim pemandu memberikan penjelasan lagi, namun walau begitu, tidak semua rombongan berani jebur ke laut, bahkan lebih memilih melihat dan berdiam diri di tempat kapal karena beralasan takut. "Intinya apa yang saya sampaikan harus ditaati dan kuncinya tidak boleh panik," papar Supardi. 

Dari penjelasan tersebut, saya pribadi yang belum pernah mengikuti snorkling pun mencoba memberanikan diri untuk mencoba, karena sudah ada jaminan dari tim untuk terus mengawal.

"Tentunya saya sangat menaati aturan dan tidak boleh panik seperti yang dikatakan tim pemandu. Saya nekad karena ingin berswafoto di dalam laut dengan background karang yang indah. Kapan lagi ada kesempatan seperti ini lagi kalau nggak dicoba sekarang," gumanku. "Kita menikmati pemandangan disini dulu. Baru nanti kita ke titik untuk snorkling," saut Supardi. 

Rupanya tidak mudah bagi pemula seperti saya berenang sambil swafoto di dalam laut. Bahkan untuk menghasilkan foto yang bagus, pertugas foto under water sempat kewalahan saat memfoto saya, Bahkan setelah dicoba beberapa kali akhirnya berhasil dengan penuh perjuangan sambil beberapa kali meminum air laut yang rasanya asin luar biasa.  

Tempat spot foto untuk para pengunjung. (foto: zainul) 

Tidak hanya itu, air juga sempat masuk ke hidung, telinga sehingga hidung terasa pengar (bahasa jawa).

Petualangan  Ke Pulau Tabuhan 

Setelah puas berswafoto di dalam laut, petualangan dilanjutkan ke Pulau Tabuhan. Waktu tempuh dari Pulau Menjangan hampir sekitar 35 menit perjalanan sudah sampai ke tujuan. Di tempat ini tidak banyak wisatawan yang datang, padahal airnya juga sangat jernih, karangnya sangat indah dan terlihat tiga warna. Di Pulau Tabuhan ini agak lumayan karena ada penjual es degan dan gorengan, cuma itu. Lumayan buat isi perut yang keroncongan. Di tempat ini juga disediakan spot foto.  

Hampir sekitar 30 menit beristirahat, saat itu udaranya sangat panas dan menyengat. Untungnya ada pepohonan untuk berteduh dan ada gubuk-gubuk kecil untuk menikmati camilan. 

Setelah puas berswafoto, rombongan kembali pulang sekitar pukul 14.00 WIB atau pukul 15.00 WIT, setelah sekitar 10 menit perjalanan, empasan ombak mulai terasa dan air laut mulai masuk ke dalam perahu. Penumpang yang duduk di depan basah kuyup terkena cipratan air laut bahkan mulai resah dan takut karena ombaknya semakin membesar ditambah tiupan angin yang kencang. Berbeda dengan awak kapal yang bersikap lebih tenang, mungkin karena sudah terbiasa, padahal waktu itu, banyak air yang masuk ke dalam perahu.   

Keindahan alam dan birunya air sangat cocok untuk diabadikan. (foto: zainul) 

Kapal terus melaju pelan, sementara ombak terus membuat perahu mengayun lebih keras ketika mulai masuk wilayah Selat Bali. "Nggak apa-apa. Nggak usah panik. Memang seperti ini ombaknya," kata Supardi. 

Kurang dari hampir 60 menit setelah berayun cukup keras diatas ombak, perahu kemudian berlayar dengan tenang dan mulai masuk di wilayah mendekati Grand Watu Dodol (GWD). Puas bermain air, saya pun bersiap diri untuk pulang kembali ke Pantai GWD Banyuwangi dengan tubuh basah kuyup tapi asyik.

Sayangnya, ada rasa kecewa dalam hati, karena pihak travel rupanya kurang siap antisipasi banyaknya permintaan foto peserta,  akhirnya banyak peserta yang minta hasil foto under waternya belum bisa terpenuhi. Termasuk saya. “Emane rek, dibelani renang sampek kelelep fotone nggak jadi,” gerutuku. (zainul) 

b-news.id skyscraper

Berita Lainnya

b-news.id skyscraper