SURABAYA | B-news.id - PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) memperoleh apresiasi berkat komitmen mengelola perusahaan sekaligus menyampaikan laporan pengelolaan perusahaan sesuai standar transparansi dan akuntabilitas perusahaan. Upaya berkelanjutan itu mengantarkan TPS PR Indonesia Awards (PRIA) kategori Laporan Tahunan di Yogyakarta, akhir pekan lalu.
Apresiasi ini diperoleh TPS setelah melalui tahap asesmen yang dilaksanakan oleh Penyelenggara terhadap Laporan Tahunan Perusahaan Tahun Buku 2025 mulai dari penataan ulang storyline kinerja, disiplin pengelolaan data, hingga pembaruan desain visual informasi yang lebih informatif dan mudah ditelusuri.
Baca Juga: Wagub Jatim Apresiasi Kesiapan Pasokan Listrik PLN UIT JBM Jelang Lebaran 1447 H
“Penghargaan ini memvalidasi proses learning yang kami lakukan secara berkelanjutan. Kami berupaya memastikan bahwa setiap data kinerja tersaji dengan akurat, dapat ditelusuri dan mudah dipahami pemangku kepentingan. Transparansi bagian penting dalam membangun kepercayaan,” ujar Erika A. Palupi, Sekretaris Perusahaan TPS.
Apresiasi ini istimewa karena buah dari komitmen TPS untuk terus meningkatkan knowledge, capacity dan competency dalam menyusun Laporan Tahunan, mulai dari penyusunan narasi, perbaikan kualitas data, hingga standardisasi visualisasi laporan.
Berdasarkan kriteria resmi PRIA 2026 untuk kategori Annual Report, penilaian meliputi Desain Laporan (25%), Pesan Utama CEO/Direksi (25%), Bahasa & Pesan (25%), serta Improvement dari tahun sebelumnya (25%).
Penyempurnaan TPS berfokus pada 4 aspek, yaitu:
1. Desain informatif berbasis navigasi data: layout memudahkan traceability indikator kinerja utama (operasional, finansial, ESG) dan keterkaitan strategi, risiko, hasil (Aspek Desain 25%).
2. Pesan strategis yang konsisten: Chairman/CEO/Direksi message menautkan transformasi operasional dan inisiatif layanan ke nilai bagi pelanggan & ekosistem logistik (Aspek Pesan Utama 25%).
3. Gaya bahasa lugas & akuntabel: ringkas, menghindari jargon, menonjolkan metrik dan metode pengukuran yang jelas (Aspek Bahasa & Pesan 25%).
4. Peningkatan nyata dibanding tahun lalu: konsistensi baseline–target–realisasi, penambahan section lessons learned dan data dictionary (Aspek Improvement 25%).
Baca Juga: Pramuka Didorong Cetak Generasi Milenial Jadi Petani Modern
Keunggulan Annual Report TPS dibanding peserta lain menurut Dewan Juri Kategori Laporan Tahunan (Annual Report), Verlyana Hitipeuw, terdapat 3 aspek, yaitu:
1. Kohesi strategi, kinerja, risiko: penyajian strategy map yang ditautkan ke indikator operasional pelabuhan dan customer value dalam satu alur narasi, mengurangi information silo (menjawab aspek desain & pesan).
2. Metodologi pengukuran yang eksplisit: tiap klaim kinerja dirujuk ke sumber data dan metode (menjawab aspek bahasa & akuntabilitas).
3. Bab “perbaikan berkelanjutan” yang terukur: menampilkan apa yang diperbaiki dari AR sebelumnya (struktur, data visualization, stakeholder feedback loop), bukan sekadar menambah konten (menjawab aspek improvement).
“Pada kategori Laporan Tahunan, kami menilai tidak hanya kemasan visual, tetapi juga keterpaduan pesan strategis, kejelasan metode pengukuran, serta perbaikan nyata dari tahun ke tahun. TPS menonjol pada konsistensi narasi strategi–kinerja dan upaya memperkuat akuntabilitas data, sehingga memudahkan pemangku kepentingan memahami nilai yang diciptakan,” ujar Verlyana.
Selain kesesuaian kriteria, TPS menunjukkan komitmen peningkatan kapasitas melalui partisipasi aktif pada berbagai sesi capacity enhancement, termasuk dalam sesi workshop yang diselenggarakan PR Indonesia Award yang menekankan pada:
1. Crisis Management, yaitu pemulihan reputasi pascakrisis dengan strategi komunikasi empatik dan berdampak.
2. Strategic PR: pergeseran dari one-way narrative ke ko-kreasi dengan publik/stakeholder (TPS merefleksikan pendekatan ini pada penyusunan AR melalui materiality refresh, feedback loop dan evidence-based narrative).
“Dengan mengikuti ekosistem pembelajaran PRIA konferensi, workshop dan penjurian, kami bukan sekadar submit dokumen. Kami menyerap praktik terbaik, membangun benchmark internal, lalu mengintegrasikannya ke proses AR kami,” tambah Erika.(hari)
Editor : Redaksi