BLITAR | B-news.id - Dalam upaya meningkatkan ukhuwah Islamiyah, Bupati Blitar Hj Rini Syarifah menggelar halal bihalal bersama Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI)- PGRI Kabupaten Blitar di Pendopo Sasana Adi Projo Kecamatan Kanigoro, Sabtu 20 April 2024.
Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Blitar Hj Rini Syarifah didampingi Sekda Kabupaten Blitar Izul Marom, Kepala Dinas Pendidikan Adi Andaka, jajaran OPD Asisten, staf ahli, Forkopimcam Kanigoro, Guru-guru TK Kabupaten Blitar.
Bupati Blitar dalam sambutannya menyampaikan ucapan terimakasih kepada para guru yang ymtergabung dalam IGTKI - PGRI.
"Alhamdulillah, akhir pekan dan masih dalam suasana lebaran, saya dan panjenengan semua masih mendapat berkah sehat sehingga kita semua bisa bersua, bersilaturahmi dalam kegiatan halal bihalal. Untuk itu monggo kesehatan dan kesempatan yang telah kita terima ini, kita syukuri dengan mengucap syukur kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa. Semoga kesehatan, kebahagiaan dan keberkahan senantiasa menyertai kita semua. Dan sholawat serta salam marilah juga kita curahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, yang syafaatnya kita nantikan hingga yaumil akhir," ungkap Bupati Rini.
Mak Rini, sapaan akrab Bupati Blitar menyampaikan, bahwa bulan Syawal adalah bulan yang biasa disebut bulan halal bihahal. "Karena hajat kita hari ini adalah halal bihalal bersama keluarga besar IGTKI, atas nama pribadi, keluarga dan Pemerintah Kabupaten Blitar, saya mengucapkan Taqobballahuminna waminkum, shiyamana wa shiyamakum, taqobbal ya Kariim. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah. Minal Aidin Wal Faidzin, mohon maaf lahir batin. Semoga setiap khilaf dan salah baik sengaja maupun tidak bisa lebur termaafkan dalam silaturahmi ini, menjadikan kita lebih bersemangat, khususnya panjenengan semangat dalam mendedikasikan diri pada dunia pendidikan, sehingga terwujud generasi unggul, berkarakter yang kelak membawa kemajuan bagi bangsa," katanya.
Dikemukakan, tantangan di dunia pendidikan semakin kompleks. Tugas sebagai pendidik tidak semakin mudah. Perlu adaptasi dengan model-model pembelajaran masa kini dan menyesuaikan kurikulum yang sedang berlaku. Dengan kata lain perlu kesiapan peserta didik dan guru dalam akses dan penguasaan teknologi.
"Namun satu hal yang perlu saya tekankan bahwa, mengajar harus sepenuh hati dengan penuh keikhlasan. Sehingga akan tercipta kedekatan psikologis antara guru dan murid yang tentu akan berpengaruh pada proses dan hasil pembelajaran. Gol yang bapak/ibu lakukan saat ini tentu siswa yang berprestasi, unggul, berkualitas dan berkarakter. Panjenengan juga harus ingat bahwa, profesi guru memiliki peran dan tanggung jawab secara pribadi, sosial, intelektual, moral dan spiritual," ucap Bupati Wanita pertama di Kabupaten Blitar.
Untuk diketahui, lanjut Bupati Rini, bahwa berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS), sebanyak 33,44% anak usia dini berusia 0-6 tahun di Indonesia sudah bisa menggunakan ponsel. Sementara, 24,96% anak usia dini di dalam negeri juga mampu mengakses internet. Sementara itu, data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), sekitar 98 persen anak berusia 6-12 tahun sudah menggunakan gawai. Rata-rata anak menghabiskan waktu 6 jam 45 menit per hari menggunakan gawai untuk menonton video, main game, menggunakan sosial media.
Bupati Rini berharap, seluruh pendidik bekerjasama dengan orang tua harus membebaskan anak dari kecanduan gadget, harus membangun daya tahan anak terhadap perkembangan teknologi yang pesat, sehingga perlu adanya kegiatan tambahan di luar jam sekolah misalnya ekstra kurikuler.
"Jadi monggo bapak/ibu, lembaga sekolah panjenengan membuka kegiatan ekstra kurikuler yang positif, yang mampu menumbuhkan bakat minat anak sehingga bisa berprestasi. Jika anak berprestasi yang bangga bukan hanya dirinya sendiri, orang tua namun kita semua, "ungkapnya.
Dikatakan, kita semua juga harus mendukung upaya Dinas Pendidikan guna mewujudkan siswa yang berkarakter, sekaligus meminimalisir penggunaan gadget pada anak, diantaranya melalui Program Sekolah Sak Ngajine, penggunaan bahasa Jawa dan program lain sebagai inovasi.
"Saya berharap, panjenengan harus kompak, menjaga komunikasi bukan saja diinternal namun eksternal, terus berinovasi dan kreatif sehingga organisasi IGTKI bisa semakin maju. Dan visi IGTKI yakni terwujudnya organisasi profesi yang dinamis, profesional dan bermartabat dengan anggota yang berakhlak mulia dalam keragaman agama , budaya serta berwawasan global, bisa terwujud,"pungkasnya. (kmfkab/sun)
Editor : Zainul Arifin